Menikmati Malam Tenang

MOMEN

Ada saat saat seperti ini dimana rasanya hanya ingin menulis, untuk kenikmatan pribadi saja, namun boleh di baca oleh publik di blog saya.

MALAM

Pada malam yang tenang ini aku menikmati rasa rasa yang tenang dengan semua proses akan sebuah tujuan yang berjalan dengan lancar, baik itu jodoh, karier, dan prestasi, sungguh rasanya nikmat mengetahui semua ini berjalan dengan lancar, doa doa ku di kabulkan, dan menikmati indah nya nikmat iman.

ENTAH

Hanya sebuah pemikiran ku saja atau memang begitu ada nya, sebagai anak laki laki yang bodoh di sekolah dulu, namun pada nyatanya aku menyadari banyak sekali yang salah dengan segala landasan teori pada pendidikan ku zaman dahulu, namun ketika sekarang aku banyak mengulas tentang Science yang sesungguhnya, flat earth, konspirasi, teori teori yang sesungguhnya sudah di jelaskan oleh agama yang banyak di sesatkan oleh ilmu ilmu barat, dan ketika aku menyadari itu rasanya tenang karena aku benar benar pada jalan yang di tunjukan oleh Allah, aku merasakan adanya nikmat iman akan kepercayaan ku yang semakin kuat karena ada nya kesinambungan antara apa yang ku pelajari, dengan ayat ayat Quran yang kadang terdengar sangat aneh.

PONDASI

Dari situ lah salah satu kenikmatan akan informasi yang nyata dan keimanan yang tinggi akan adanya Allah SWT, membuatku yakin akan jika totalitas semua akan baik baik saja, jika di jalankan dengan senang hati maka hasilnya akan senang hati juga, jika berjalan tanpa rasa ragu maka semua kerjaan dan hobi akan saling menunjang, rezeki tidak ku khawatirkan, hanya ada gambar gambar indah ke depannya karena aku yakin suatu hari aku akan menjadi orang yang memegang tanggung jawab.

SEDIKIT SESAL

Dan ternyata ada beberapa lembah lembah dalam diriku yang menggali dengan sendirinya, tidak akan berhenti hingga aku sendiri yang menutup nya, lembah apa itu? Ya itu adalah lembah masa lalu ku, tentang siapa aku sebenarnya, tentang dari mana aku berasal, banyak sekali aku menyangkal akan hal itu, sudah 12 tahun aku menghindari itu dan menghindari mereka, ku kira mereka berbahaya untuk ku nyata nya mereka terus menyakiti diri karena penyesalan mereka kepadaku, dan aku terus membiarkan mereka untuk menyakiti diri mereka sendiri, itu adalah salah satu sesal ku.

Mungkin dalam waktu dekat akan aku tutup lembah lembah palung itu hingga semakin cerah masa depan ku dengan ridho Allah SWT.

MAKHLLUK-MAKHLUK PENUH CINTA

Mungkin ini adalah salah satu momen bahagia ku yang teramat sangat, dimana aku mempunyai keluarga yang lengkap dengan masa depan cerah, dimana aku tidak lagi mempunyai konflik dengan diri ku sendiri, dimana ada kucing kucing indah yang berkarakter dan lucu lucu di sekitar ku, dimana sang dia yang sedang ku perjuangan kan menyambut balik dengan baik dan berjuang bersama, dimana rumput rumput dan pohon tumbuh dengan subur, dimana Bogor sedang sejuk dan indah.

YAKIN

Aku hanya yakin saja dengan masa depan yang akan berjalan dengan sangat indah, dimana aku akan banyak di cintai dan mencintai, dimana aku akan lebih menikmati iman dan rezeki dengan lebih baik lagi, hingga nikmat mengikhlaskan segala sesuatu, untuk siap menikmati alam berikut nya setelah semua selesai di dunia sementara ini.

Social Eksperimen Di Sosmed Selama 1 Tahun

Belakangan saya menuai pujian dan cacian akibat beberapa kali saya speak up mengenai apa yang ada di benak saya, saya kembangkan pemikiran pemikiran saya dan saya ungkapkan dalam bentuk status, komentar, dan sebagai nya di facebook.


Sosial eksperiman ini telah berjalan selama 1 tahun pada sosial media saya sendiri, mengubah cara sayamenggunakan sosial media, dan berinteraksi pada orang lain.


Fakta-fakta unik yang saya temukan setelah saya bicara dengan lebih lantang adalah, ternyata banyak orang yang merasa terwakili dengan ungkapan pemikiran saya, banyak sekali orang orang baik yang tidak bisa berkutik dan diam karena takut kalo bicara keras maka di serang oleh pihak radikal ekstrim, karena yang paling berisik di media sekarang adalah orang orang radikal, haters, pembenci, penganguran yang kerjaan nya sebar fitnah dan agresif, itu lah fakta netizen yang sangat tidak bertanggung jawab atas komen nya.


Namun ada juga fakta negatif yang saya temukan, sebagian kecil orang sekitar 1-2 orang meminta saya untuk bungkam, meminta saya untuk tidak lagi menjadi diri saya, karena mereka merasa ucapan saya yang mengcounter itu terlalu represif dan offensive, walau bentuk nya klarifikasi 😅 hadeuh..


Banyak juga orang yang merasa terhibur dan suka sekali nongkrong di wall saya, karena goals saya adalah memancing diskusi sehat dalam menanggapi fitnah dan netizen tak beradab.. 


Tapi ada juga orang orang di pemikiran seberang yang mampu berdiskusi secara sehat dalam menanggapi klarifikasi saya.


1 tahun ini cukup bagi saya untuk bersifat sangat dinamis dalam mengungkap, ibarat kata filter off saya kini kembali menjadi filter on, sudah puas saya mengumpulkan data mengenai respons dari kaum orang tua, milenial, ekstrimis, moderat, fleksibel.


Dan bisa saya rangkum ternyata hanya 10% orang bahkan kurang, yang sangat berisik atau share konten negatif, atau netizen tak beradab, sisanya 90% netizen masih sangat beradab, mengapa tidak beradab terasa banyak? Karena hanya 10% ini lah yang terlihat, sisanya 90% hanya diam dan berkomentar dalam hati.


Yang share 1 orang, yang like 10 orang, yang share 3 orang tapi yang baca 5000 orang, artinya hanya 1-10 orang yang tak beradab dengan konten fitnah nya, sementara 4990 orang lain nya hanya mengelus dada dan istigfar.


Adapun ternyata status status saya akan lebih banyak di like ketika dapat memancing emosi orang, dan emosi bahagia lah yang paling mudah memancing like dan share, klarifikasi fitnah jika di kemas dalam bentuk humor maka like nya bisa menembus 50 lebih, sementara statement pribadi saya yang membahas akan objek permasalahan, hanya akan di like oleh 10-20 orang.


Dengan ini saya mengetuk palu bahwa sosial media bukan media untuk mencari dana, 

bukan media untuk menyadarkan orang, 

bukan juga media untuk belajar, 

bukan media untuk berpolitik,

bukan media untuk membela diri,

Sosial media tidak memberi banyak ilmu,

Alih alih hanya panggung hiburan, 

Dengan data tak otentik dan tak jelas ilmu nya

Dengan memainkan emosi dan jualan ujung nya 

Jadi saran saya, jangan merasa pintar lah kalo mainan sosmed, karena cuma sepotong sepotong, bukan baca buku, nonton film, atau mengalami langsung.


Terimakasih buat semua teman teman yang hadir dan chat di wall saya dalam kurang dan lebih apa yang saya share, sandiwara dan drama yang berliku di wall saya, sekian dari saya menutup sosial eksperimen saya, kembali saya akan lebih memblow up dan membahas mengenai sepeda, perkusi, dan pribadi saya.

Biasa... buat bisnis bwehehehe 😂